Gardaanimalia.com - Mampu berlari hingga kecepatan 50 kilometer per jam, melompat sampai setinggi 2 meter, tetapi tak bisa terbang! Burung ini disebut sebagai keturunan dinosaurus.
Burung kasuari (Casuarius sp.) sering disebut sebagai dinosaurus modern yang punya ciri khas unik, mulai dari warna dan ukuran tubuhnya. Burung kasuari dewasa bahkan memiliki ukuran tubuh hampir menyamai manusia dewasa, lho!
Inilah yang menjadikan burung endemik Papua tersebut sebagai salah satu burung terunik di dunia.
Dalam artikel kali ini, kita akan mencari tahu apa saja fakta menarik dari burung yang sangat ikonik ini.
1. Burung Paling Berbahaya dan Salah Satu yang Terbesar di Dunia
Mengutip dari Taman Safari, burung kasuari dianggap sebagai burung paling berbahaya di dunia karena memiliki tiga jari dengan cakar di setiap kakinya. Cakar ini digunakan ketika mereka sedang terdesak.
Ia dapat melompat dan menyerang lawan dengan cakarnya yang tajam sehingga bisa menyebabkan luka yang cukup dalam.
Tidak hanya itu, kasuari juga disebut sebagai salah satu burung terberat di dunia setelah emu (Dromaius novaehollandiae) dan burung unta (Struthio camelus).
Bobot kasuari jantan bisa mencapai 29 sampai 34 kilogram, sedangkan berat betina mencapai 58 kilogram dengan tubuh masing-masing setinggi 150 sampai 180 sentimeter.
2. Burung yang Tidak Bisa Terbang
Kasuari memiliki bulu berwarna hitam lebat dengan dua tangkai bulu–bagian yang menghubungkan bulu ke kulit sehingga tidak mudah lepas–yang tidak dirancang untuk terbang. Bulu pada satwa tersebut berfungsi sebagai pelindung tubuh dari duri tajam dan agar tetap kering ketika musim hujan tiba.
Warna tubuh kasuari dewasa biasanya hitam pekat dengan warna kulit wajah dan leher berbeda-beda tergantung spesiesnya. Adapun kulit kasuari betina biasanya lebih cerah dari kasuari jantan.
3. Punya Penutup Kepala yang Unik
Burung Kasuari memiliki penutup kepala atau yang disebut dengan casque. Penutup kepala ini mulai tumbuh ketika mereka berusia satu sampai dua tahun. Ciri khas inilah yang ternyata menjadi muasal nama kasuari yang berasal dari Bahasa Papua, yang berarti kepala bertanduk.
Selain sebagai penunjuk usia, jambulnya juga berfungsi sebagai pelindung kepala dan penahan guncangan ketika melewati semak belukar. Bentuk jambul pada kasuari betina berukuran lebih besar dibandingkan pada kasuari jantan.
4. Disebut Satwa Krepuskular
Fakta menarik berikutnya tentang burung kasuari adalah disebut sebagai satwa krepuskular yang lebih aktif ketika fajar dan senja tiba.
Ketika matahari berada di bawah cakrawala, kasuari akan aktif mencari makan lalu beristirahat saat siang.
Sebenarnya, kasuari termasuk satwa yang sulit dipelajari dan diamati karena mereka sering cepat kembali ke habitat aslinya, yaitu di hutan hujan lebat. Hal ini yang menyebabkan hanya sedikit yang tahu bagaimana perilaku mereka sehari-hari seperti yang dilansir dari laman San Diego Zoo Wildlife Alliance Animals & Plants.
5. Disebut Dinosaurus Modern
Mengutip dari situs Rainforest Trust, ilmuwan percaya bahwa kasuari sudah ada selama 50 sampai 60 juta tahun lalu. Banyak ilmuwan menganggap bahwa burung ini berkaitan erat dengan burung dan dinosaurus modern, yaitu keturunan langsung dinosaurus teropoda.
Dugaan ini merujuk pada tiga jari dan jambul milik kasuari yang juga dimiliki oleh dinosaurus. Walaupun sudah hidup sejak lama, hanya ada tiga spesies yang masih bertahan hingga kini.
Tiga spesies itu adalah kasuari selatan (Casuarius casuarius) yang bisa ditemukan di dataran rendah Papua Nugini, termasuk di Kepulauan Seram (kemungkinan merupakan spesies introduksi), Kepulauan Aru, serta di wilayah timur laut Australia.
Lalu, ada kasuari utara (Casuarius unappendiculatus) yang tinggal di dataran rendah utara Papua Nugini. Terakhir, kasuari kerdil (Casuarius bennetti) yang banyak ditemukan di dataran tinggi Papua Nugini tengah.
















